Manjakani Kanza Sudah Memiliki No BPOM ?

No Bpom Manjakani KanzaPertanyaan yang cukup sering ditanyakan yaitu tentang No BPOM Manjakani Kanza. Bahkan ada yang ngotot minta No BPOM dengan beralasan jika tidak BPOM maka produk tersebut berbahaya! benarkah?

Sebagai warga Negara indonesia yang taat kepada hukum undang-undang, Owner Manjakani Kanza sudah mendaftarkan produk kanza pada tanggal 1 Agustus 2012. Hasilnya, disebabkan produksi Manjakani kanza termasuk tradisional dan diolah secara manual serta penjualannya pun hanya dari mulut ke mulut. Maka menurut aturan BPOM ketika itu, produk kami majakani kanza ini tidak perlu didaftarkan menjadi kategori UMOT karena bukan termasuk usaha skala besar yg memakai alat canggih.

Akan tetapi, sadar akan perlunya jaminan keamanan untuk konsumen Kanza, Owner lalu mendaftarkan Kanza ke Dinkes. Lalu diperolehlah izin Dinkes dengan nomor 442.1/01/UMOT/IX/2014.

Perlu diketahui bahwa umumnya produk skala rumah memang memperoleh izin dari Dinkes saja. Namun, tanpa meremehkan izin dinkes, tetap dapat menjadi jaminan keamanan produk. lagi pula mana mungkin produk sebooming kanza berbahaya. lihat saja saat ini sudah muncul berbagai jamu serupa dengan jamu Manjakani Kanza.

Apa mereka plagiat? peniru? memanfaatkan momentum boomingnya Kanza? entahlah.. yang harus diketahui Manjakani Kanza adalah produk terlaris diindonesia bahkan ke luar negeri.

Kanza selain memiliki izin dinkes, juga sudah memiliki izin Halal MUI lho. Masih kepikiran milih produk lain? Yuk dukung Kanza Sebagi Jamu Majakani No 1. Like Fanspage kami >> www.facebook.com/distributormajakanikanza/

Terkait No Bpom Manjakani Kanza, berikut undang-udang yang mengatur tentang izin jamu racikan seperti kanza yang menjadikan alasan BPOM mengatakan Kanza tidak harus BPOM.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No 007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional

BAB II
IZIN EDAR

Pasal 2
(1) Obat tradisional yang diedarkan di wilayah Indonesia wajib memiliki izin edar.
(2) Izin edar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Kepala Badan.
(3) Pemberian izin edar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui mekanisme registrasi sesuai dengan tatalaksana yang ditetapkan.

Pasal 3
Izin edar berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan.

Pasal 4
Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) terhadap:
a. obat tradisional yang dibuat oleh usaha jamu racikan dan usaha jamu gendong;
b. simplisia dan sediaan galenik untuk keperluan industri dan keperluan layanan pengobatan tradisional;
c. obat tradisional yang digunakan untuk penelitian, sampel untuk registrasi dan pameran dalam jumlah terbatas dan tidak diperjualbelikan.

Comments are closed.