disminorea / nyeri haidApa itu dismenorea / nyeri haid ?, Dismenorea atau nyeri adalah gejala yang paling sering dikeluhkan oleh wanita usia reproduktif. Dismenorea /  Nyeri atau rasa sakit yang siklik bersamaan dengan menstruasi ini sering dirasakan seperti rasa kram pada perut dan dapat disertai dengan rasa sakit yang menjalar ke punggung, dengan rasa mual dan muntah, sakit kepala ataupun diare. Oleh karena itu, istilah dismenore hanya dipakai jika nyeri haid tersebut demikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau beberapa hari. Jadi, jika nyeri yang dirasakan masih bisa di tahan dan  tidak menganggu aktifitas keseharian masih di kategorikan normal.

Adapun klasifikasi dismenorea / nyeri haid terbagi dua yaitu dismenorea / nyeri haid primer dan dismenorea / nyeri haid sekunder. Dismenorea / nyeri haid primer adalah nyeri haid yang tidak terdapat hubungan dengan kelainan ginekologi, atau kelainan secara anatomik. Namun derajat nyeri yang dirasakan serta durasi mempunyai hubungan dengan usia saat menarche, lamanya menstruasi, merokok dan adanya peningkatan Index   Massa Tubuh.Sedangkan dismenorea / nyeri haid sekunderadalah nyeri haid yang disebabkan oleh kelainan ginekologi atau kelainan secara anatomi. Gejala dismenorea sekunder ini dapat ditemukan pada wanita dengan endometriosis, adenomiosis, obstruksi pada saluran genitaia, dan lain-lain. Sehingga pada wanita dengan dismenorea sekunder ini juga dapat ditemukan dengan komplikasi lain seperti dyspareunia, dysuria, perdarahan uterus abnormal, infertilitas dan lain-lain.

Walaupun dismenorea tidak mengancam nyawa, dismenorea dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas seseorang. Pemahaman yang terbatas tentang menstruasi dan dismenore, mengakibatkan kebanyakan perempuan menggunakan cara yang tidak tepat untuk mengatasi dismenore. Jadi, maka dari itulah diperlukan penjelasan tentang dismenorea / nyeri . Ada dismenorea yang di kategorikan fisiologis dan patologis seperti penjelasan di atas.

Adapun cara penanganan disminorea secara, non farmakologi yang dapat digunakan pada wanita yang menderita dismenore antara lain :, Akupunktur, pengobotan herbal, relaksasi, terapi panas, senam (Smith, 2009; Istiqomah, 2009; Lefebvre, 2005).Disini kami memilki pengobatan herbal yang terbuat dari buah majakani dan di formulsaikan dengan herbal pilihan serta rempah-rempah yang telah teruji kualitasnya yaitu Jamu Majakani Kanza. Majakani kanza merupakan penanganan yang tepat untuk disminorea primer maupun sekunder. Tidak hanya bisa menangani dismenorea tapi juga masalah wanita lainnya seperti kista/miom, keputihan, dll. Baca juga ini

Comments are closed.